E-commerce pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai
untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut
Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2
milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu,
pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan
akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Pengertian E-Commerce
Electronic
Commerce (perdagangan elektronik) atau yang biasa dikenal dengan e-commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan,
pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau
televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan
transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen
inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Menurut
Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com
dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau
direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website
yang dapat menyediakan layanan "get and deliver".
Menurut
David Baum, pengertian e-commerce adalah: “E-Commerce is a dynamicset of
technologies, applications, and business process that link
enterprise,consumers, and communities through electronic transactions and the
electronic exchange of goods, services, and information”. E-Commerce merupakan
satu setdinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan
perusahaan,konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan
perdaganganbarang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Roger
Clarke dalam “Electronic Commerce Definitions” menyatakan bahwa e-commerce
adalah “The conduct of commerce in goods and services, with the assistance of
telecomunications and telecomunications- based tools” (e-commerce adalah tata
cara perdagangan barang dan jasa yang menggunakan mediatelekomunikasi dan telekomunikasi
sebagai alat bantunya).
Karakteristik
E-Commerce
Berbeda dengan transaksi
perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang
sangat khusus, yaitu :
·
Transaksi tanpa batas
Sebelum era
internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau
individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu
dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini
dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara
internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di
situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari
seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on
line.
·
Transaksi anonim
Para penjual dan
pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama
lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai
pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan,
yang biasanya dengan kartu kredit.
·
Produk digital dan non digital
Produk-produk
digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital
dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik.
Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi
barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
·
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan
yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud
separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Jenis-jenis E-Commerce
E-commerce terdiri atas beberapa
jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Collaborative
Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara
elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan
bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).
2. Business-to-Consumers
(B2C)
Penjual adalah
suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business
(C2B)
Pada jenis ini,
konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya
organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut
kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumer
Penjualan barang
atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)
Commerce
Jenis ini,
organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi
organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6. Government-to-Citizens
(G2C) and to others
Pemerintah
menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah
juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government /
G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7. Mobile
Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang
dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti
menggunakan telepon seluler untuk akses internet.
Keuntungan E-Commerce
Keuntungan e-commerce bagi
bisnis:
a. Pasar
internasional
Dengan penerapan
e-commerce sebuah perusahaan dapat memiliki sebuah pasarinternasional. Bisnis
dapat dijalankan tanpa harus terbentur pada batas negara dengan adanyateknologi
digital. Pihak perusahaan dapat bertemu dengan partner dan kliennya dari
seluruhpenjuru dunia. Hal ini menciptakan sebuah lembaga multinasional virtual.
b. Penghematan
biaya operasional
Biaya
operasional dapat dihemat. Biaya untuk membuat, memproses,
mendistribusikan,menyimpan, dan memperbaiki kembali informasi juga dapat
ditekan.Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari
tahapan desain,produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
c. Kustomisasi
masal
E-commerce telah
merevolusi cara konsumen dalam membeli barang dan jasa. Produk barangdan jasa
dapat dimodifikasi sesuai dengan keingingan konumen. Contohnya, di masa lalu
saatperusahaan Ford mulai memasarkan mobil produksinya, para pembeli hanya
dapat membelimotor yang berwarna hitam karena yang dibuat memang hanya warna
tersebut. Namunsekarang pembeli dapat mengkonfigurasi sebuah mobil sesuai
dengan spesifikasi merekahanya dalam beberapa menit, misalnya menentukan warna
mobil yang mereka inginkanuntuk mobil yang akan mereka beli, hanya dengan
mengunjungi website Ford di internet.
d. Berkurangnya
kendala inovasi
Yang dimaksud
adalah dengan e-commerce, suatu perusahaan dapat menghemat sumber dayakarena mereka
tidak dipusingkan dengan sulitnya membuat penemuan baru untuk modifikasiproduk
mereka. Sebagai contoh, perusahaan seperti Motorola (mobile phone) dan
Dell(komputer) dapat mengumpulkan para konsumennya yang memesan sebuah produk.
Parakonsumen dapat membuat suatu daftar mengenai spesifikasi produk baru yang
merekainginkan dan mengirimkannya ke perusahaan secara on-line. Kemudian
perusahaan dapatmerencanakan produksi suatu produk berdasarkan spesifikasi
konsumen dan mengirimkanhasilnya dalam jangka waktu beberapa hari.
e. Biaya
telekomunikasi yang lebih rendah
Internet lebih
murah dari sebuah jaringan tambahan yang hanya digunakan untuk telepon.Adalah
lebih murah untuk mengirimkan sebuah fax atau e-mail via internet
daripadamelakukan dial telepon secara langsung.
f.
Digitalisasi proses dan produk
Contohnya pada
kasus produk software dan audio video, produk digital tersebut dapatdiunduh
atau dikirim lewat e-mail secara langsung ke konsumen melalui internet
dalamformat digital. Hal ini tentu saja menghemat waktu dan biaya pengiriman
produk.
g. Batasan
waktu kerja dapat diatasi
Bisnis dapat
dijalankan tanpa mengenal batas waktu karena dijalankan secara on-line
melaluiinternet yang selalu beroperasi tiap hari.
Keuntungan e-commerce bagi
konsumen:
a. Akses
penuh 24 jam / 7 hari
Konsumen dapat
berbelanja atau mengolah berbagai transaksi lain dalam 24 jam sepanjanghari,
sepanjang tahun di sebagian besar lokasi. Contohnya memeriksa saldo,
membuatpembayaran, dan memperoleh informasi lainnya.
b. Lebih
banyak pilihan
Konsumen tidak
hanya memiliki sekumpulan produk yang bisa dipilih, namun juga daftarsupplier
internasional sehingga konsumen memiliki pilihan produk yang lebih banyak.
c. Perbandingan
harga
Konsumen dapat
berbelanja di seluruh dunia dan membandingkan harganya denganmengunjungi
berbagai situs yang berbeda atau dengan mengunjungi sebuah website tunggalyang
menampilkan berbagai harga dari sejumlah provider.
d. Proses
pengantaran produk yang inovatif
Dengan e-commerce
proses pengantaran produk menjadi lebih mudah. Misalnya dalam kasusproduk
elektronik misalnya software atau berkas audio visual di mana konsumen
dapatmemperoleh produk tersebut cukup dengan mengunduhnya melalui internet.
Keuntungan e-commerce bagi
masyarakat :
a. Praktek
kerja yang lebih fleksibel
E-commerce
memungkinkan masyarakat bisa lebih fleksibel dalam menentukan tempatbekerja,
misalnya mereka dapat bekerja dari rumahnya masing-saing tanpa harus pergi
kekantor.
b. Terhubungnya
masyarakat dengan masyarakat lain
Masyarakat di
negara berkembang dapat mengakses dan menikmati produk, layanan, daninformasi
yang mungkin sulit mereka temukan di daerahnya.
c. Kemudahan
akses fasilitas publik
Masyarakat dengan
mudah dapat memanfaatkan layanan publik, misalnya layanan kesehatandan
konsultasi serta pembelian resep dokter dengan mengunjungi internet.
sumber :