Tampilkan postingan dengan label tugas pengantar sistem terdistribusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas pengantar sistem terdistribusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

File Services


File adalah kumpulan informasi yang berhubungan dan tersimpan dalam secondary storage. File Sistem Terdistribusi ( Distributed File System, disingkat) adalah file sistem yang mendukung sharing files dan resources dalambentukpenyimpanan persistent di sebuah network. File server pertama kali di develop pada tahun 1970 dan Sun NFS (Network File System) menjadi DFS pertama yang banyak digunakan setelah awal pemunculannya di tahun 1985. DFS yang terkenal selain NFS adalah AFS (Andrew File System) dan CIFS (Common Internet File System).
File service adalah suatu perincian atau pelayanan dari file sistem yang ditawarkan pada komputer client. File System merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada disk. File System menyediakan mekanisme untuk penyimpanan data dan program yang dimiliki oleh sistem operasi serta seluruh pengguna dari sistem computer.



File System terdiri dari dua bagian:
·         Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan data-data yang berhubungan
·         Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam system

Masing-masing Sistem Operasi menggunakan cara yang berbeda dalam mengatur dan mengendalikan akses data dalam disk. Cara pengaturan dan pengendalian ini tidak bergantung pada spesifikasi dari perangkat keras. Misalnya suatu hard disk dengan spesifikasi yang sama dapat menggunakan file system yang berbeda. Struktur logika dari suatu hard disk memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja, daya tahan, dan pengembangan dari suatu disk. Penetepan file system dalam suatu disk dilakukan pada saat disk tersebut di format.
File System merupakan interface yang menghubungkan sistem operasi dengan disk. Ketika program aplikasi yang sedang dijalankan memerlukan pembacaan file dari hard disk, sistem operasi meminta file system untuk membuka file yang diinginkan. File system harus mengetahui lokasi penyimpanan file yang dibaca. Setelah menemukan lokasinya, file system membaca data yang ada dan mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.

Karakteristik File System
File system bertugas dalam organisasi, storage, retrieval (memperbaiki), penamaan,sharing, dan proteksi terhadap files. File dikirim kedalam disk atau non-volatile storage media lainnya. File meliputi data dan atribut. File system didesain untuk menyimpan dan mengatur banyak dan besar file dengan fasilitas untuk membuat, memberi nama dan menghapus file. File system juga bertanggung jawab untuk pengontrolan dari akses file, akses terbatas ke file oleh user yang berhak dan tipe-tipe dari akses yang diminta.

Struktur File System
§  Modul direktori           : menghubungkan nama file dengan ID file
§  Modul File                  : menghubungkan ID dengan file tertentu
§  Modul Akses Kontrol : memeriksa permission utukoperasi yang diminta
§  Modul Akses File        : read / write data file atau atribut
§  Modul Blok                 : aksesdanalokasiblok disk
§  Modul Perangkat        : disk I/O dan buffering

Kebutuhan File System Terdistribusi
1.      Transparency
Keseimbangan antara flesibilitas dan skala bilitas terhadap kompleksitas dan performansi dalam desainnya. Client tidak menyadari adanya lingkungan terdistribusi. Transparency dalam File System Terdistribusi:
·         Access Transparency
Suatu client tidak mengetahui bahwa file-file di distribusikan dan dapat mengaksesnya dengan cara yang sama seperti file lokal yang diakses.
·         Location Transparency
Suatu nama konsisten mencakup lokal seperti halnya file yang jauh. Nama dari suatu file tidak memberitahu lokasinya.
·         Concurrency Transparency
Semua client mempunyai pandangan yang sama dari suatu status file sistem. Ini berarti bahwa jika satu proses sedang memodifikasi suatu file,proses lain yang berada pada suatu sistem yang sedang mengakses file tersebut akan dapat melihat modifikasi tersebut di dalam suatu cara yang jelas.
·         Failure Transparency
Suatu client dan client program perlu beroperasi dengan tepat setelah adanya suatu kegagalan server.
·         Heterogenity
File service harus dapat menyediakan layanan walaupun berbeda hardware dan operating system platform.
·         Scalability
Suatu file sistem harus dapat bekerja dengan baik di dalam lingkungan yang kecil dan juga dapat bekerja dalam skala yang besar.
·         Replication Transparency
Untuk mendukung skalabilitas, kita mungkin dapat membuat tiruan suatu file menyebrangi beberapa server.
·         Migration Transparency
Suatu file harus dapat berpindah tanpa sepengetahuan clientnya.

2.      Concurrent File Updates
Perbaruan file serentak bersamaan antara file server dan client. Kebanyakan arah sistem mengikuti standar UNIX dalam memberikan pelayanan advisory atau mendatory file atau record file level locking.
3.      File Replication
Replikasi dapat untuk share load, untuk mempertinggi fault tolerance, dan untuk mempertinggi scalability. Kebanyakan sistem yang ada dapat melayani caching dengan replication terbatas.Sebagian dapat melayani full replication.
4.      Hardware dan Operating Systems
Heterogenitas atau kesamaan adalah kebutuhan yang sangat penting dalam melayani keterbukaan.
5.      Fault Tolerance
Service harus terus menerus beroperasi walaupun terjadi kesalahan atau error pada client atau pun server
6.      Security
Semua sistem melayani mekanisme akses kontrol berbasiskan daftar akses control (access control lists).
7.      Efficiency
Sistem harus dapat melayani perbandingan performance apakah lebih baik atau tidak.

Pilihan Desain dalam File Service
1.      Stateful
·         Server menyimpan informasi tentang file yang terbuka, dan posisi file sekarang (current position).
·         Open (dibuka) sebelum access dan kemudian ditutup
·         Menyediakan file locks

2.      Stateless
·      Server tidak  menyimpan state informasi
·      Operasi file harus mengandung semua yang diperlukan (memuat pesan yang lengkap).
·      Dapat dengan mudah di-recovery apabila terjadi client atau pun server crach
·      Membutuhkan extra lock server untuk mempertahankan state
File Service Architecture
Pembagian tanggung jawab antar modul didefinisikan sebagai berikut ini :
·         Layanan file flat
Layanan file flat berkonsentrasi pada pengimplementasian operasi dari konten suatu file.
·         Layanan direktori
Layanan direktori menyediakan pemetaan antara nama teks untuk file dan UFIDnya
·         Modul klien
Modul klien berjalan pada tiap komputer klien, mengintegrasi dan mengextend operasi. Dari layanan file flat dan layanan direktori dibawah antar muka pemrograman aplikasi tunggal yang bisa digunakan oleh program tingkat pengguna di komputer klien.
·         Antar muka layanan file flat
Merupakan antar muka RPC yang digunakan oleh modul klien. Tidak digunakan secara langsung oleh program tingkat pengguna.
Contoh File System
·         NFS (Network File System)
Network File System (NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094,1813 dan 3530 sebagai “DFS” yang mengijikan sebuah komputer untuk mengakses file melalui network serasa akses file di disk local. NFS merupakan protokol yang sangat mendukung dalam pengaplikasian suatu file system yang terdistribusi.



Tujuan dari NFS adalah untuk memungkinkan terjadinya pertukaran sistem berkas secara transparan antara mesin-mesin bebas tersebut. Hubungan yang terjadi di sini didasarkan pada hubungan client-server yang menggunakan perangkat lunak NFS server dan NFS client yang berjalan diatas workstation.
NFS didesain agar dapat beroperasi di lingkungan ataupun jaringan yang heterogen yang meliputi mesin, platform, sistem operasi, dan arsitektur jaringan. Ketidak tergantungan ini didapat dari penggunaan RPC primitif yang dibangun diatas protokol External Data Representation (XDR).
Jika misalnya terjadi sebuah pertukaran sistem berkas antara server dan client, maka pertukaran sistem berkas yang terjadi disini harus dipastikan hanya berpengaruh pada tingkat client dan tidak mempengaruhi sisi server, karena server dan client adalah mesin yang berbeda dan sama-sama bebas. Untuk itu, mesin client harus melakukan operasi mount terlebih dahulu agar remote directory dapat diakses secara transparan.
Protokol NFS
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan diatas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor system berkas lokal kepada client.
Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun operasi-operasi yang didukung oleh NFS adalah sebagai berikut:
a)      Mencari berkas di dalam direktori.
b)      Membaca kumpulan direktori.
c)      Memanipulasi link dan direktori.
d)     Mengakses atribut berkas.
e)      Membaca dan menulis berkas.

Perlu diketahui bahwa server NFS bersifat stateless, yang artinya setiap request harus mengandung argumen yang penuh dan jelas sebab server NFS tidak menyimpan sejarah informasi request. Data yang dimodifikasi harus di commit ke server sebelum hasilnya di kembalikan ke client .NFS protokol tidak menyediakan mekanisme concurrency-control.
Beberapa manfaat NFS diantaranya ialah
§  Lokal workstations menggunakan ruang disk lebih kecil
§  Pemakai tidak harus membagi direktori home pada setiap mesin di jaringan
§  Direktori home dapat di set up pada NFS server dan tersedia melalui jaringan
§  Device penyimpanan seperti floppy disk, CDROM drives, dll dapat digunakan oleh mesin lainnya.
Kerugian /Kelemahan NFS
§  Desain awal hanya untuk jaringan yang lokal dan tertutup
§  Security
§  Congestion (Traffic yang tinggi bisa menyebabkan akses lambat)
AFS (Andrew File System)
Ada persamaan dan perbedaan antara AFS dan NFS.
Persamaan :  AFS sama seperti NFS menyediakan akses menuju shared files secara transaparant. Akses menuju ke file AFS adalah melalui normal unix file primitives (tanpa modifikasi atau rekompilasi). AFS kompatibel denganNFS.
Perbedaan :  Secara desain dan implementasi, AFS berbeda dengan NFS, perbedaan utama, NFS didesain untuk dapat menangani active users dengan jumlah yang lebih banyak dari pada distributed file systems yang lain. Kunci AFS untuk menangani jumlah active users yang besar terletak pada kemampuan caching seluruh files pada client node.
Karakter AFS
AFS mempunyai dua karakter desain yang unik :
·         Whole file serving
Seluruh konten dari direktori dan file dikirim kepada komputer client oleh AFS servers (di AFS3, file yang ukurannya lebih dari 64 kbytes ditransfer dalam 64 kbyte chunks).
·         Whole file caching
Copy dari sebuah file chunk yang telah ditransfer di komputer client disimpan dalam cache pada local disk. Cache disini mengandung ratusan file yang sering dipakai di dalam sebuah komputer.
 Access Control
Dalam sistem file UNIX
·         hak akses diperiksa berdasarkan mode akses (read, write, execute) ketika membuka file
·         identitas user diperiksa ketika login
Dalam sistem file terdistribusi
·         hak akses harus diperiksa pada server
·         RPC unprotected
·         Dimungkinkan melakukan pemalsuan identitas, tapi ini merupakan resiko keamanan
·         user ID biasanya dikirim dengan setiap request
·         stateless

Referensi :
·         http://erwin-sunarya.blogspot.com/2012/04/file-service-terdistribusi.html
·         http://cutegalzjelek.blogspot.com/2012/04/komponen-komponen-file-service.html
·         http://naeli.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8590/File+Service.pdf

Rabu, 10 April 2013

Agent

2. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Internet dan Bisnis

Seperti sudah disebutkan diatas, boleh dikatakan teknologi agent paling banyak diaplikasikan dalam dunia Internet dan bisnis. Bagaimanapun juga ini tak lepas dari perkembangan  teknologi yang sangat pesat terutama teknologi jaringan computer. Sehingga perlu paradigma baru untuk menangani masalah kolaborasi, koordinasi dalam jarak yang jauh.
Information Management:
Ada dua tema besar dalam manajemen informasi dan peran teknologi agent untuk mengatasi masalah information overload karena perkembangan teknologi jaringan dan Internet.
  • Information Filtering: Proyek MAXIMS [Maes, 1994] [Decker et al., 1997], kemudian WARREN [Takahashi et al., 1997] adalah contoh aplikasi di bidang information filter.
  • Information Gathering: Banyak sekali aplikasi yang masuk area information gathering baik gratis maupun komersil. Contohnya adalah proyek WEBMATE [Chen et al., 1998], pencarian homepage dengan softbot [Etzioni, 1996], proyek LETIZIA [Lieberman, 1995], dsb.
  • Electronic Commerce: Tema riset kearah desain dan implementasi untuk mengotomatisasi jual-beli, termasuk didalamnya adalah implementasi strategi dan interaksi dalam jual-beli, tawar-menawar, teknik pembayaran, dsb. [Chaves et al., 1996] merealisasikan sistem pasar elektronik dalam sistem yang disebut dengan KASBAH. Dalam sistem ini disimulasikan buyer agent dan seller agent yang melakukan transaksi jual-beli, tawar-menawar, dan masing-masing agent mempunyai strategi jual beli untuk mendapatkan yang termurah atau teruntung. Aplikasi agent lainnya adalah BargainFinder [Krulwich, 1996], JANGO [Doorenbos et al., 1997], MAGMA [Tsvetovatyy et al., 1997], dsb.
  • Distributed Project Management: Untuk meningkatkan produktivitas dalam kerja yang memerlukan kolaborasi antar anggota tim dalam kerangka teamwork, mau tidak mau harus dipikirkan kembali model software yang mempunyai karakteristik bisa melakukan kolaborasi dan koordinasi secara mandiri, untuk membantu tiap anggota dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satu pemecahannya adalah dengan mengimplemantasikan teknologi agent dalam software sistem yang dipakai untuk berkolaborasi. Anumba [Anumba et al., 1997] memberikan kontribusi dalam pengembangan decision support system untuk designer dalam mendesain bangunan dalam kerangka teamwork. Riset dan aplikasi lain adalah RAPPID [Parsons et al., 1999], PROCESSLINK [Petrie et al., 1999], dan juga OOEXPERT [Romi et al, June 1999] [Romi et al., March 1999] [Romi et al., July 2000] [Romi, 2001] yang memberikan solusi dan metodologi dalam pemecahan masalah object model creation process dalam OOAD, dan implementasi dengan menggunakan pendekatan Multi Agent System (MAS).

3. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Entertainment

Komunitas informatika dan ilmu komputer sering tidak menjamah secara serius industriindustri yang bersifat lebih ke arah rekreasi dan kesenangan (Leisure Industri) [Jennings et al., 1998]. Misalnya adalah masalah industri game, teater dan sinema, dsb. Dengan adanya software agent, memungkinkan komunitas informatika dan komputer ikut andil dalam merealisasikan industri yang bersifat entertainment ini.
  • Games: Software agent berperan penting dalam pengembangan game modern, misalnya dengan membawa paradigma agent kedalam karakter manusia atau sesuatu dalam game tersebut sehingga lebih hidup. Beberapa riset yang sudah sampai pada tahap implementasi adalah aplikasi game yang dikembangkan oleh Grand dan Cliff [Grand et al., 1998], kemudian juga [Wavish et al., 1996], dsb.

4. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Medis

Dunia medis adalah bidang yang akhir-akhir ini sangat gencar dilakukan proses komputerisasi . Tidak ketinggalan, teknologi agent pun dicoba untuk diimplementasikan dalam rangka mencoba mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan monitoring pasien [Larsson et al., 1998], manajemen kesehatan dari pasien [Huang et al., 1995], dsb.

Referensi :

Selasa, 02 April 2013

Traceroute

Apa itu Traceroute? Traceroute adalah perintah untuk menampilkan rute (path) yang dilewati paket dan mengukur penundaan transit paket (data yang diformat dalam unit-unit) dalam melintasi jaringan IP untuk mencapai tujuan.
Berikut adalah contoh menggunakan modem huawei  dengan provider telkomsel.


untuk mengetahui route yang kita lewatkan, kita dapat melihatnya pada http://whatismyipaddress.com/.
buka halaman tersebut, kemudian masukan ip address yang di tuju. Nanti akan terlihat detail tentang IP address tersebut seperti tampilan dibawah ini


Minggu, 17 Maret 2013

PROTOKOL

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.

Protokol Internet adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.

Macam - Macam Protokol Internet
• • HTTP (HyperText Transfer Protocol) 
adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.

• • Gopher 
adalah aplikasi yang dapat mencari maklumat yang ada di Internet, tetapi hanya “text base” saja, atau berdasarkan teks.Untuk mendapatkan maklumat melalui Gopher, kita harus menghubungkan diri dengan Gopher server yang ada di Internet. Gopher merupakan protocol yang sudah lama dan saat ini sudah mulai di tinggalkan karena penggunaannya tidak sesedeharna HTTP.

• • FTP (File Transfer Protocol) 
adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini 

untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Pada umumnya browser-browser versi terbaru sudah mendukung FTP.

• • Mailto, 
Protokol mailto digunakan untuk mengirim email melalu jaringan internet. Bentuk format pada protocol ini adalah : mailto:nama_email@namahost contoh : mailto:otakkacau@yahoo.com

• • TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) 
merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Protokol yang banyak digunakan di internet adalah adalah protokol TCP/IP yang terdiri dari empat lapisan, yaitu lapisan application, transport, internet dan network accsess. Masing-masing lapisan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  • Lapisan application bertugas mengatur interaksi antara pengguna komputer dengan program aplikasi yang dipakai.
  • Lapisan transport berfungsi untuk memecah data dari lapisan application menjadi segmen-segmen dan membangun hubungan dari satu titik ke titik lainnya.
  • Lapisan internet bertugas untuk mengirim packet atau datagram (sekelompok data) dari satu lokasi kelokasi lainnya.
  • Lapisan network accsess bertanggung jawab untuk memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Alamat IP terdiri dari dua bagian, yaitu bagian alamat jaringan dan bagian alamat host. Yang disebut host adalah perangkat-perangkat yang ada di dalam sebuah jaringan seperti komputer (server dan client), router dan sebagainya. Perangakat-perangkat tersebut digabungkan menjadi satu jaringan. Setiap alamat IP memiliki alamat host sekaligus alamat jaringan.

Alamat IP digunakan untuk pengalamatan komputer ataupun peralatan lain yang terhubung ke internet. Alamat IP memiliki format bilangan binner ukuran 32 bit (32 digit), namun untuk memudahkan pembacaan, alamat IP dibuat dalam membentuk empat angka desimal yang dipisahkan dengan titik. Masing-masing angka desimal tersebut disebut oktet karena terdiri dari delapan digit bilangan biner.

Saat ini banyak sekali peralatan yang terkoneksi ke internet sehingga alamat IP yang masih tersedia saat ini menjadi terbatas. Untuk itu, ada beberapa hal yang kemudian dilakukan untuk menghemat alamat IP, yaitu IP private dan subnetting.

Ip private
Salah satu menghemat IP adalah dengan menggunakan IP private untuk host yang tidak secara langsung terkoneksi keinternet. Penggunaan IP private digabungkan dengan network address translation (NAT) dimana hanya satu buah alamat IP yang digunakan di internet di seluruh jaringan.

Sebuah server NAT berfungsi sebagai jalan keluar masuk jaringan tersebut ke dan dari internet. Sering kali server ini di sebut server gateway.

Subnetting
Kadang-kadang dalam sebuah jaringan, tidak semua alokasi IP yang tersedia digunakan, hal ini sangat memboroskan alamat IP yang sifatnya terbatas. Untuk itu maka digunakan subnetting dimana ukuran besarnya jaringan tidak dibagi menurut kelas melainkan lebih bebas sesuai keperluan. IP ini sering juga disebut IP classless.

Saat ini, alamat IP yang banyak digunakan di internet adalah Ipv4 yang sebentar lagi hampir habis digunakan. Oleh karena itu, diciptakan Ipv6 yang memiliki daya tampung yang lebih besar. Ipv6 memiliki panjang 16 byte (128 bit/digit) dengan format penulisan dalam delapan bilangan heksa decimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik dua.

Domain name Sistem (DNS) berfungsi menerjemahkan sebuah alamat yang berupa kata-kata alamat IP. Hal ini digunakan untuk memudahkan manusia untuk mengingat sebuah alamat di internet karena pada dasarnya manusia lebih mudah mengingat kata dari pada angka.

DNS bertugas menerjemahkan nama domain seperti www.gmail.com menjadi alamat IP yang di menegrti oleh komputer. Ketika DNS menerima sebuah permintaan, server DNS dapat melakukan salah satu dari empat hal berikut sesuai dengan kondisi yang ditemui:

Menjawab permintaan tersebut karena server DNS sudah mengetahui alamat IP dari domain yang diminta.
Menghubungkan server DNS lain untuk mencari alamat IP dari domain yang diminta.
Mengirimkan pemberitahuan kepada pihak yang meminta bahwa ia tidak tahu domain yang dimaksud dan memberitahu alamat IP dari server DNS yang mengetahui domain tersebut.
Mengembalikan pesan kesalahan bahwa domain yang dimaksud tidak valid.
aplikasi-aplikasi terdistribusi memiliki lebih dari satu komponen yang dapat saling berkomunikasi. Dalam sebuah aplikasi terdistribusi perlu adanya protokol atau standar supaya setiap aplikasi yang berlainan vendor atau pembuatan dapat saling berkomunikasi dengan baik.

referensi :

Senin, 11 Maret 2013

Permasalahan Sistem Terdistribusi


Sistem terdistibusi adalah satu sistem dimana beberapa komputer pada jaringan saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan cara saling bertukar pesan (messages).
Mengapa perlu sistem terdistribusi? Berikut ini akan dipaparkan beberapa alasannya, yaitu:
·         Performance
Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang  lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
      Distribution
Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi  perbankan, komersial)
      Reliability
Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan  mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
      Incremental Growth
 Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
      Sharing Data/Resource
Resource adalah:
– Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
– Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga  software (berkas, basis data, obyek data).
      Communication
Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia

Adapun masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat  dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
      Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
      Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
      Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan

Permasalahan dlm Sistem Terdistribusi
·         Keheterogenan komponen (heterogeneity)
-Suatu sistem terdistribusi dpt dibangun dr berbagai n/w, o/s, h/w, & p/l yg berbeda.
-IP dpt digunakan utk mengatasi perbedaan jaringan.
-Middleware mengatasi perbedaan lainnya.

·         Keterbukaan (openness)
-Mendukung extensibility.-Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yg di-publish ke komponen lain.
-Perlu integrasi berbagai komponen yg dibuat oleh programmer atau vendor yg berbeda.

·         Keamanan (security)
- Shared resources & transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi dgn enkripsi.
-Cegah denial of service.-PS: Dibahas dlm kuliah Criptography & Information Security.

·         Scalability
-Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yg konstan.
-Cegah bottleneck.w  Jika perlu, gunakan replikasi.

·         Penanganan Kegagalan (failure handling)
Setiap proses (komputer atau jaringan) dpt mengalami kegagalan secara independen.
Komponen lain harus tetap berjalan dgn baik.
E.g. failed branch in a distributed banking system.

·         Concurrency
-Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
-Setiap resource hrs aman di lingkungan tsb di atas.

·         Transparansi
-Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sbg satu sistem saja.
-Access transparency:
-Local & remote resources dpt diakses dgn operasi yg sama.
-Location transparency:
-Resource dpt diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
-Concurrency transparency:
  •  Beberapa proses dpt sama-sama menggunakan suatu resource tanpa saling interferensi.
  • Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan mengubah suatu berkas?
-Replication transparency:
  • Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui adanya replikasi resource, yg dpt meningkatkan kehandalan & unjuk kerja.
- Failure transparency:
  • Pemakai & pemrogram aplikasi dpt menyelesaikan tugasnya walaupun ada kegagalan h/w atau s/w.
-Mobility transparency:
  • Resource & klien dpt berpindah tanpa mempengaruhi operasi pemakai atau program.
-Performance transparency:
  • Sistem dpt dikonfigurasi ulang utk meningkatkan unjuk kerja, sejalan dgn perubahan beban sistem.
-Scaling transparency:
  • Sistem & aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur sistem & algoritma aplikasi. 

Selain hal-hal tersebut ada juga kelemaham dari Sistem terdistribusi yaitu:
-  Kompleksitas. Sistem terdistribusi bersigat lebih kompleks daripada sistem sentral.
-  Keamanan. Sistem terdistribusi dapat diakses dari beberapa computer dan jalur
jaringan mudah disadap, sehingga keamanan jarinagan sistem terdistribusi menjadi
masalah yang besar.
-  Kemampuan untuk dikendalikan. Komputer yang terdapat di sistem terdistribusi bis
aterdiri dari berbagai tipe yang berbeda dan mungkin dijalankan pada sistem operasi
yang berbeda pula.  Kesalahan pada satu mesin bisa berakibat pada yang lainnya. 
Sehingga harus banyak usaha untuk mengendalikannya.
-  Tidak dapat diramalkan.  Sistem terdistribusi tidak dpat diramalkan tanggapannya. 
Tanggapan tergantung beban total sistem, pengorganisasian, dan beban jaringannya.

Kesulitan dan Ancaman dalam sistem terdistribusi antara lain :
·      Mode pemakaian Variasi yang beragam terhadap karakteristik pemakaian.
Contoh : berapa banyak halaman di kunjungi.
·      Masalah Internal
Ada beberapa masalah internal yaitu Masalah concurrency, Masalah clock, Mode kegagalan.
·      Lingkungan Sistem
Sistem terdistribusi harus mengakomodasi heterogenitas hardware, sistem operasi dan jaringan.
·   Ancaman Eksternal yaitu Serangan terhadap kesatuan data dan keamanannya
referensi:
  1. Elista, Arsitektur Sistem Terdistribusi, Tanggal akses: 11 Maret 2013 http://elista.akprind.ac.id/upload/files/8891_BAB_X_ARS_SIST_TERDISTRB.pdf
  2. Ani, Silvi, Permasalahan Sistem Terdistribusi, Tanggal akses: 11 Maret 2013 http://stralen2ty.files.wordpress.com/2010/02/permasalahan-sistem-terdistribusi.doc
  3. Cari Inspirasi, Permasalah Sistem terdistribusi, Tanggal Akses: 11 Maret 2013, http://ulpiupie.blogspot.com/2012/03/permasalahan-sistem-terdistribusi.html