Rabu, 10 April 2013

Agent

2. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Internet dan Bisnis

Seperti sudah disebutkan diatas, boleh dikatakan teknologi agent paling banyak diaplikasikan dalam dunia Internet dan bisnis. Bagaimanapun juga ini tak lepas dari perkembangan  teknologi yang sangat pesat terutama teknologi jaringan computer. Sehingga perlu paradigma baru untuk menangani masalah kolaborasi, koordinasi dalam jarak yang jauh.
Information Management:
Ada dua tema besar dalam manajemen informasi dan peran teknologi agent untuk mengatasi masalah information overload karena perkembangan teknologi jaringan dan Internet.
  • Information Filtering: Proyek MAXIMS [Maes, 1994] [Decker et al., 1997], kemudian WARREN [Takahashi et al., 1997] adalah contoh aplikasi di bidang information filter.
  • Information Gathering: Banyak sekali aplikasi yang masuk area information gathering baik gratis maupun komersil. Contohnya adalah proyek WEBMATE [Chen et al., 1998], pencarian homepage dengan softbot [Etzioni, 1996], proyek LETIZIA [Lieberman, 1995], dsb.
  • Electronic Commerce: Tema riset kearah desain dan implementasi untuk mengotomatisasi jual-beli, termasuk didalamnya adalah implementasi strategi dan interaksi dalam jual-beli, tawar-menawar, teknik pembayaran, dsb. [Chaves et al., 1996] merealisasikan sistem pasar elektronik dalam sistem yang disebut dengan KASBAH. Dalam sistem ini disimulasikan buyer agent dan seller agent yang melakukan transaksi jual-beli, tawar-menawar, dan masing-masing agent mempunyai strategi jual beli untuk mendapatkan yang termurah atau teruntung. Aplikasi agent lainnya adalah BargainFinder [Krulwich, 1996], JANGO [Doorenbos et al., 1997], MAGMA [Tsvetovatyy et al., 1997], dsb.
  • Distributed Project Management: Untuk meningkatkan produktivitas dalam kerja yang memerlukan kolaborasi antar anggota tim dalam kerangka teamwork, mau tidak mau harus dipikirkan kembali model software yang mempunyai karakteristik bisa melakukan kolaborasi dan koordinasi secara mandiri, untuk membantu tiap anggota dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satu pemecahannya adalah dengan mengimplemantasikan teknologi agent dalam software sistem yang dipakai untuk berkolaborasi. Anumba [Anumba et al., 1997] memberikan kontribusi dalam pengembangan decision support system untuk designer dalam mendesain bangunan dalam kerangka teamwork. Riset dan aplikasi lain adalah RAPPID [Parsons et al., 1999], PROCESSLINK [Petrie et al., 1999], dan juga OOEXPERT [Romi et al, June 1999] [Romi et al., March 1999] [Romi et al., July 2000] [Romi, 2001] yang memberikan solusi dan metodologi dalam pemecahan masalah object model creation process dalam OOAD, dan implementasi dengan menggunakan pendekatan Multi Agent System (MAS).

3. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Entertainment

Komunitas informatika dan ilmu komputer sering tidak menjamah secara serius industriindustri yang bersifat lebih ke arah rekreasi dan kesenangan (Leisure Industri) [Jennings et al., 1998]. Misalnya adalah masalah industri game, teater dan sinema, dsb. Dengan adanya software agent, memungkinkan komunitas informatika dan komputer ikut andil dalam merealisasikan industri yang bersifat entertainment ini.
  • Games: Software agent berperan penting dalam pengembangan game modern, misalnya dengan membawa paradigma agent kedalam karakter manusia atau sesuatu dalam game tersebut sehingga lebih hidup. Beberapa riset yang sudah sampai pada tahap implementasi adalah aplikasi game yang dikembangkan oleh Grand dan Cliff [Grand et al., 1998], kemudian juga [Wavish et al., 1996], dsb.

4. Riset dan Aplikasi Software Agent di Dunia Medis

Dunia medis adalah bidang yang akhir-akhir ini sangat gencar dilakukan proses komputerisasi . Tidak ketinggalan, teknologi agent pun dicoba untuk diimplementasikan dalam rangka mencoba mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan monitoring pasien [Larsson et al., 1998], manajemen kesehatan dari pasien [Huang et al., 1995], dsb.

Referensi :

Kamis, 04 April 2013

PERKEMBANGAN KOMPUTER DIBIDANG RADIOLOGI


Perkembangan ilmu kesehatan dewasa ini semakin maju, termasuk perkembangan ilmu dibidang radiologi. Radiologi merupakan salah satu penunjang yang dibutuhkan dalam bidang kesehatan untuk dapat menambah keakuratan dalam membaca hasil diagnosa sehingga diagosa akan lebih mudah ditegakan.
Perkembangan dunia IT (Information Technology) berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah CT-Scan (Computerised Tomography Scaner)
Pengertian CT - Scan
  • Tomography (CT) adalah sinar-x dengan menggunakan teknik tomografi dimana berkas sinar-x menembus bagian tubuh pasien dari berbagai arah (Marthis Prokap and Michael Galanski, 2003 Chapter 1, P : 2)
  • CT ( Computed Tomography ) merupakan alat diagnostik sinar-x dengan metode tomografi transversal yang akan menghasilkan gambaran irisan melintang dengan hasil tampilan dalam skala algorithma (Grey Scale) (J.Alexander)
Computed Tomography (CT Scan) telah berkembang menjadi sebuah metode pencitraan medis yang sangat diperlukan dalam pemeriksaan radiodiagnostik sehari-hari. Perkembangan CT Scan dimulai pada awal tahun 1970-an dimana pada 1972, Sir Godfrey Newbold Hounsfield dan Ambrose, di London, Inggris berhasil menghasilkan sebuah gambaran klinis pertama CT Scan Kepala. Sejak itulah peralatan Computed Tomography yang merupakan perpaduan peralatan pencitraan sinar X dengan komputer pengolah data sehingga dapat menampilkan potongan melintang (tranversal/axial) bagian tubuh manusia berkembang dengan sangat cepat dan menjadi teknologi imaging yang sangat mengagumkan.
Inovasi dalam perkembangan teknologi CT Scan berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi komputer. Tehnik pemeriksaan CT Scan menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang bersifat non invasive yang mampu menampilkan gambar bagian dalam tubuh manusia yang tidak terpengaruh oleh super posisi dari struktur anatomi yang berbeda. Hal ini dimungkinkan karena pada teknik pencitraan ini di dapat dari seluruh informasi obyek yang diproyeksikan pada bidang dua dimensi dengan menggunakan teknik algoritma rekontruksi gambar dan diolah dengan bantuan computer. Sehingga dapat diperoleh sebuah gambaran 2 dimensi tanpa kehilangan informasi 3 dimensinya. Tak pelak, tehnik pemeriksaan CT scan pun berkembang menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang menunjang semua bidang klinik, Neurology (Sistem Syaraf), Oncology, Cardiology dan Vascular (pembuluh darah) serta kasusAcuteCare(Emergency).
Perkembangan ini menjadikan tehnik pemeriksaan CT scan menjadi sebuah kebutuhan pokok untuk dapat dikuasai oleh tenaga radiographer dan dokter ahli radiology.

Perkembangan Teknologi CT Scan
Arah perkembangan teknologi CT Scan pada saat ini lebih diutamakan pada peningkatan kecepatan pencitraan dengan adanya multi detector, peningkatan resolusi gambar, dan pengurangan dosis radiasi yang diterima oleh pasien. Beberapa Vendor berlomba untuk dapat membuat sebuah pesawat CT Scan yang memenuhi ketiga tujuan diatas tadi. Sedangkan pada bidang aplikasinya lebih dipengaruhi oleh teknologi pengolahan citra digital yaitu teknologi software (Komputer) baik dari gambaran 2 dimensi maupun gambaran 3 dimensi. Salah satu perkembangan dari Ct-Scan yaitu MSCT (Multi Slice Computed Tomography).

 MSCT Scan merupakan alat diagnosis radiologi dengan menggunakan komputer untuk mendeteksi suatu gangguan atau kelainan suatu organ tubuh secara detail. MSCT Scan 64 Slices adalah alat diagnostik radiologis canggih yang menggunakan sinar X melalui teknik tomografi dan komputerisasi yang modern. Sinar X menembus tubuh manusia untuk menggambarkan organ dalam tubuh dalam bentuk potongan penampang tipis horizontal.
Sinar tersebut menembus tubuh lalu direkam detektor dalam bentuk data-data digital. Operator yang berada di ruang komputer akan mengolah data tersebut untuk menjadi potongan- potongan organ tubuh.
Pemeriksaan MSCT Scan sangat baik untuk pencitraan pembuluh darah seluruh tubuh, terutama pembuluh darah jantung koroner. Karena itu, ini merupakan alat canggih untuk mendeteksi dini penyakit jantung, stroke, dan kanker. Bahkan di masa depan, kemungkinan besar MSCT Scan semakin digunakan oleh para dokter dan pasien untuk “membongkar” sumber penyakit secara akurat.
Keunggulan MSCT Scan dibanding radiografi konvensional adalah pada daya serap jaringan tubuh sewaktu sinar X menembusnya, sehingga memungkinkan membedakan kepadatan dan spesifikasi berbagai jaringan tubuh.
Alat ini bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan kepala, dada, perut, dan leher, tetapi bisa pula untuk memeriksa pembuluh darah berupa CT Angiography dan rekonstruksi gambaran tiga dimensi (3-D).
MSCT dapat memberikan gambaran circulus wilisi, pembuluh darah koroner, carotis, aorta, dan cabang- cabangnya serta arteri perifer. MSCT juga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan CT virtual colonoscopy dan mampu melakukan pemeriksaan CT perfusi yang berfungsi sebagai deteksi stroke.
Gambar-gambar beresolusi tinggi ini memberikan gambaran akurat akan adanya kelainan pada pembuluh darahnya. Dengan deteksi dini, pasien dapat segera ditangani dengan benar, sehingga dapat mengurangi resiko kecacatan maupun kematian. Inilah manfaat besar dari MSCT Scan.

Referensi :
  1.  http://id.scribd.com/doc/69511945/PERKEMBANGAN-KOMPUTER-DIBIDANG-RADIOLOGI
  2. http://www.gudangmateri.com/2010/10/sejarah-dan-perkembangan-ct-scan.html


Selasa, 02 April 2013

Traceroute

Apa itu Traceroute? Traceroute adalah perintah untuk menampilkan rute (path) yang dilewati paket dan mengukur penundaan transit paket (data yang diformat dalam unit-unit) dalam melintasi jaringan IP untuk mencapai tujuan.
Berikut adalah contoh menggunakan modem huawei  dengan provider telkomsel.


untuk mengetahui route yang kita lewatkan, kita dapat melihatnya pada http://whatismyipaddress.com/.
buka halaman tersebut, kemudian masukan ip address yang di tuju. Nanti akan terlihat detail tentang IP address tersebut seperti tampilan dibawah ini


Minggu, 17 Maret 2013

PROTOKOL

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya.

Protokol Internet adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.

Macam - Macam Protokol Internet
• • HTTP (HyperText Transfer Protocol) 
adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.

• • Gopher 
adalah aplikasi yang dapat mencari maklumat yang ada di Internet, tetapi hanya “text base” saja, atau berdasarkan teks.Untuk mendapatkan maklumat melalui Gopher, kita harus menghubungkan diri dengan Gopher server yang ada di Internet. Gopher merupakan protocol yang sudah lama dan saat ini sudah mulai di tinggalkan karena penggunaannya tidak sesedeharna HTTP.

• • FTP (File Transfer Protocol) 
adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini 

untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Pada umumnya browser-browser versi terbaru sudah mendukung FTP.

• • Mailto, 
Protokol mailto digunakan untuk mengirim email melalu jaringan internet. Bentuk format pada protocol ini adalah : mailto:nama_email@namahost contoh : mailto:otakkacau@yahoo.com

• • TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) 
merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Protokol yang banyak digunakan di internet adalah adalah protokol TCP/IP yang terdiri dari empat lapisan, yaitu lapisan application, transport, internet dan network accsess. Masing-masing lapisan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

  • Lapisan application bertugas mengatur interaksi antara pengguna komputer dengan program aplikasi yang dipakai.
  • Lapisan transport berfungsi untuk memecah data dari lapisan application menjadi segmen-segmen dan membangun hubungan dari satu titik ke titik lainnya.
  • Lapisan internet bertugas untuk mengirim packet atau datagram (sekelompok data) dari satu lokasi kelokasi lainnya.
  • Lapisan network accsess bertanggung jawab untuk memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Alamat IP terdiri dari dua bagian, yaitu bagian alamat jaringan dan bagian alamat host. Yang disebut host adalah perangkat-perangkat yang ada di dalam sebuah jaringan seperti komputer (server dan client), router dan sebagainya. Perangakat-perangkat tersebut digabungkan menjadi satu jaringan. Setiap alamat IP memiliki alamat host sekaligus alamat jaringan.

Alamat IP digunakan untuk pengalamatan komputer ataupun peralatan lain yang terhubung ke internet. Alamat IP memiliki format bilangan binner ukuran 32 bit (32 digit), namun untuk memudahkan pembacaan, alamat IP dibuat dalam membentuk empat angka desimal yang dipisahkan dengan titik. Masing-masing angka desimal tersebut disebut oktet karena terdiri dari delapan digit bilangan biner.

Saat ini banyak sekali peralatan yang terkoneksi ke internet sehingga alamat IP yang masih tersedia saat ini menjadi terbatas. Untuk itu, ada beberapa hal yang kemudian dilakukan untuk menghemat alamat IP, yaitu IP private dan subnetting.

Ip private
Salah satu menghemat IP adalah dengan menggunakan IP private untuk host yang tidak secara langsung terkoneksi keinternet. Penggunaan IP private digabungkan dengan network address translation (NAT) dimana hanya satu buah alamat IP yang digunakan di internet di seluruh jaringan.

Sebuah server NAT berfungsi sebagai jalan keluar masuk jaringan tersebut ke dan dari internet. Sering kali server ini di sebut server gateway.

Subnetting
Kadang-kadang dalam sebuah jaringan, tidak semua alokasi IP yang tersedia digunakan, hal ini sangat memboroskan alamat IP yang sifatnya terbatas. Untuk itu maka digunakan subnetting dimana ukuran besarnya jaringan tidak dibagi menurut kelas melainkan lebih bebas sesuai keperluan. IP ini sering juga disebut IP classless.

Saat ini, alamat IP yang banyak digunakan di internet adalah Ipv4 yang sebentar lagi hampir habis digunakan. Oleh karena itu, diciptakan Ipv6 yang memiliki daya tampung yang lebih besar. Ipv6 memiliki panjang 16 byte (128 bit/digit) dengan format penulisan dalam delapan bilangan heksa decimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik dua.

Domain name Sistem (DNS) berfungsi menerjemahkan sebuah alamat yang berupa kata-kata alamat IP. Hal ini digunakan untuk memudahkan manusia untuk mengingat sebuah alamat di internet karena pada dasarnya manusia lebih mudah mengingat kata dari pada angka.

DNS bertugas menerjemahkan nama domain seperti www.gmail.com menjadi alamat IP yang di menegrti oleh komputer. Ketika DNS menerima sebuah permintaan, server DNS dapat melakukan salah satu dari empat hal berikut sesuai dengan kondisi yang ditemui:

Menjawab permintaan tersebut karena server DNS sudah mengetahui alamat IP dari domain yang diminta.
Menghubungkan server DNS lain untuk mencari alamat IP dari domain yang diminta.
Mengirimkan pemberitahuan kepada pihak yang meminta bahwa ia tidak tahu domain yang dimaksud dan memberitahu alamat IP dari server DNS yang mengetahui domain tersebut.
Mengembalikan pesan kesalahan bahwa domain yang dimaksud tidak valid.
aplikasi-aplikasi terdistribusi memiliki lebih dari satu komponen yang dapat saling berkomunikasi. Dalam sebuah aplikasi terdistribusi perlu adanya protokol atau standar supaya setiap aplikasi yang berlainan vendor atau pembuatan dapat saling berkomunikasi dengan baik.

referensi :

Senin, 11 Maret 2013

Permasalahan Sistem Terdistribusi


Sistem terdistibusi adalah satu sistem dimana beberapa komputer pada jaringan saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan cara saling bertukar pesan (messages).
Mengapa perlu sistem terdistribusi? Berikut ini akan dipaparkan beberapa alasannya, yaitu:
·         Performance
Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang  lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
•      Distribution
Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi  perbankan, komersial)
•      Reliability
Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan  mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
•      Incremental Growth
 Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
•      Sharing Data/Resource
Resource adalah:
– Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
– Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga  software (berkas, basis data, obyek data).
•      Communication
Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia

Adapun masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat  dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
•      Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
•      Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
•      Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan

Permasalahan dlm Sistem Terdistribusi
·         Keheterogenan komponen (heterogeneity)
-Suatu sistem terdistribusi dpt dibangun dr berbagai n/w, o/s, h/w, & p/l yg berbeda.
-IP dpt digunakan utk mengatasi perbedaan jaringan.
-Middleware mengatasi perbedaan lainnya.

·         Keterbukaan (openness)
-Mendukung extensibility.-Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yg di-publish ke komponen lain.
-Perlu integrasi berbagai komponen yg dibuat oleh programmer atau vendor yg berbeda.

·         Keamanan (security)
- Shared resources & transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi dgn enkripsi.
-Cegah denial of service.-PS: Dibahas dlm kuliah Criptography & Information Security.

·         Scalability
-Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yg konstan.
-Cegah bottleneck.w  Jika perlu, gunakan replikasi.

·         Penanganan Kegagalan (failure handling)
Setiap proses (komputer atau jaringan) dpt mengalami kegagalan secara independen.
Komponen lain harus tetap berjalan dgn baik.
E.g. failed branch in a distributed banking system.

·         Concurrency
-Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
-Setiap resource hrs aman di lingkungan tsb di atas.

·         Transparansi
-Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sbg satu sistem saja.
-Access transparency:
-Local & remote resources dpt diakses dgn operasi yg sama.
-Location transparency:
-Resource dpt diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
-Concurrency transparency:
  •  Beberapa proses dpt sama-sama menggunakan suatu resource tanpa saling interferensi.
  • Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan mengubah suatu berkas?
-Replication transparency:
  • Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui adanya replikasi resource, yg dpt meningkatkan kehandalan & unjuk kerja.
- Failure transparency:
  • Pemakai & pemrogram aplikasi dpt menyelesaikan tugasnya walaupun ada kegagalan h/w atau s/w.
-Mobility transparency:
  • Resource & klien dpt berpindah tanpa mempengaruhi operasi pemakai atau program.
-Performance transparency:
  • Sistem dpt dikonfigurasi ulang utk meningkatkan unjuk kerja, sejalan dgn perubahan beban sistem.
-Scaling transparency:
  • Sistem & aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur sistem & algoritma aplikasi. 

Selain hal-hal tersebut ada juga kelemaham dari Sistem terdistribusi yaitu:
-  Kompleksitas. Sistem terdistribusi bersigat lebih kompleks daripada sistem sentral.
-  Keamanan. Sistem terdistribusi dapat diakses dari beberapa computer dan jalur
jaringan mudah disadap, sehingga keamanan jarinagan sistem terdistribusi menjadi
masalah yang besar.
-  Kemampuan untuk dikendalikan. Komputer yang terdapat di sistem terdistribusi bis
aterdiri dari berbagai tipe yang berbeda dan mungkin dijalankan pada sistem operasi
yang berbeda pula.  Kesalahan pada satu mesin bisa berakibat pada yang lainnya. 
Sehingga harus banyak usaha untuk mengendalikannya.
-  Tidak dapat diramalkan.  Sistem terdistribusi tidak dpat diramalkan tanggapannya. 
Tanggapan tergantung beban total sistem, pengorganisasian, dan beban jaringannya.

Kesulitan dan Ancaman dalam sistem terdistribusi antara lain :
·      Mode pemakaian Variasi yang beragam terhadap karakteristik pemakaian.
Contoh : berapa banyak halaman di kunjungi.
·      Masalah Internal
Ada beberapa masalah internal yaitu Masalah concurrency, Masalah clock, Mode kegagalan.
·      Lingkungan Sistem
Sistem terdistribusi harus mengakomodasi heterogenitas hardware, sistem operasi dan jaringan.
·   Ancaman Eksternal yaitu Serangan terhadap kesatuan data dan keamanannya
referensi:
  1. Elista, Arsitektur Sistem Terdistribusi, Tanggal akses: 11 Maret 2013 http://elista.akprind.ac.id/upload/files/8891_BAB_X_ARS_SIST_TERDISTRB.pdf
  2. Ani, Silvi, Permasalahan Sistem Terdistribusi, Tanggal akses: 11 Maret 2013 http://stralen2ty.files.wordpress.com/2010/02/permasalahan-sistem-terdistribusi.doc
  3. Cari Inspirasi, Permasalah Sistem terdistribusi, Tanggal Akses: 11 Maret 2013, http://ulpiupie.blogspot.com/2012/03/permasalahan-sistem-terdistribusi.html